Pastikan Banper Tepat Sasaran: Brmp Kepri Tinjau 11 Kelompok Tani Cabai Di Tanjungpinang
Tanjungpinang - Guna menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, Pemerintah terus mendorong pengembangan cabai sebagai salah satu komoditas strategis nasional. Sebagai langkah nyata, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau bersama Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Tanjungpinang turun langsung ke lapangan selama dua hari, tepatnya pada 18–19 Juni 2026. Kolaborasi ini dilakukan untuk melakukan monitoring dan pendampingan intensif bagi penerima Bantuan Pemerintah (Banper) Kawasan Aneka Cabai TA 2026 yang berasal dari Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian.
Kegiatan krusial ini dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Kepri Rudi Hartono, dengan didampingi oleh Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian Jonri Suhendra Sitompul, Katimker Wilayah II Agusrizal, serta Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Kota Tanjungpinang sekaligus Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian Firsta Anugerahi Sariri. Sinergi di lapangan semakin kuat dengan hadirnya perwakilan dari Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tanjungpinang, yaitu Kokom Rohayati dan M. Arif, yang bersama-sama mengawal jalannya verifikasi.
Aksi lapangan ini mencakup pengawasan area budidaya yang cukup luas, yakni mencapai total lahan 6 hektar yang tersebar di 4 kecamatan se-Kota Tanjungpinang. Adapun 11 kelompok tani (Poktan) hebat yang menjadi penerima manfaat program ini meliputi Poktan Sejahtera Mandiri Bukit Manuk, Poktan Bina Sehat Mandiri, Poktan Madong Jaya, Poktan Surya Tani di Kecamatan Tanjungpinang Kota. Selanjutnya, ada Poktan Harapan Jaya, Poktan 57 Maju Mapan 58, dan Poktan Tanjung Siambang Maju di Kecamatan Bukit Bestari, serta Poktan Sumber Rejeki, Poktan Maju Sejati, dan Poktan Air Bukit Jaya, dan Poktan Maju Jaya di Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Selama kunjungan ke sebelas Poktan tersebut, tim gabungan berfokus penuh untuk memverifikasi kelengkapan bantuan yang diterima petani sekaligus meninjau langsung kesiapan fisik lahan secara berkala. Tidak hanya melakukan pengecekan administratif, tim juga membuka ruang diskusi interaktif bersama para petani untuk memetakan kendala lapangan serta merumuskan kebutuhan pendampingan teknis yang diperlukan demi kesuksesan tanam.
“Kami ingin memastikan seluruh bantuan diterima lengkap dan melihat langsung kesiapan lahan agar budidaya cabai berjalan optimal dan memberikan hasil terbaik,” ujar Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono.
Melalui sinergi kuat antara Kementerian Pertanian, BRMP Kepri, pemerintah daerah, hingga kelompok tani, program strategis ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas hortikultura secara berkelanjutan. Langkah bersama ini diharapkan tidak hanya mengamankan pasokan pangan lokal, tetapi juga memberikan dampak perputaran ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat Tanjungpinang.